Senin, 01 November 2010

Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?

Halo matahari yang biasa muncul, saat halo itu muncul di padang mengalami beberapa keanehan, sebab halo yang terjadi begitu lama hingga membuat heboh para penduduk kota padang.
Fenomena alam tersebut cukup besar hingga pedagang di sejumlah pasar satelit di Kota Padang pun sepi berjualan
surya.co.id-
Ulama Sumatra Barat, Buya Mas`oed Abidin meminta masyarakat setempat agar tidak menghubung-hubungkan fenomena matahari yang dilingkari pelangi di langit di Kota Padang, pada Kamis (21/10) siang dengan gempa. “Sebab tidak ada aturan dan informasi yang shahih bahwa sebelum gempa besar terjadi lebih dahulu matahari akan dilingkari pelangi. Karena itu jangan menjadi orang yang tergantung kepada mistik,” kata Buya Mas`oed Abidin di Padang, Kamis. Ia mengatakan itu terkait, adanya isu yang melanda masyarakat Sumatra Barat, bahwa daerah itu akan diguncang gempa berkekuatan 8,9 SR. Masyarakat terpengaruh terhadap isu tersebut hingga makin khawatir terkait munculnya pula fenomena alam berupa matahari yang terbit siang di daerah itu dilingkari oleh pelangi.
Pengaruh atas isu dan fenomena alam tersebut cukup besar hingga pedagang di sejumlah pasar satelit di Kota Padang pun sepi berjualan, karena mereka lebih memilih diam di rumah untuk mewaspadai gempa.
Menurut Buya, tidak ada hubungannya pelangi melingkari matahari akan terjadi gempa besar di Sumbar. Padahal pelangi yang melingkari matahari Kamis siang, lebih karena awan yang mengadung air atau embun disenter oleh cahaya matahari, hingga menimbulkan lingkaran pelangi tersebut. “Ini semata karena perubahan cuaca yang ekstrim di atas segalanya itu sebenarnya adalah tanda kuasa Allah SWT,” katanya yang semestinya kita bertasbih dengan fenomena kekuasaan Allah tersebut. Ia mengatakan, sebenarnya masalah gempa sudah diberitahu oleh Allah SWT dalam Al Quran sejak 1400 tahun lalu yakni “iza zulzilatil ardu zilzalaha, bahwa gempa besar akan terjadi pada hari kiamat. Maka kenapa kita terlalu mengkaitkan dengan fenomena matahari itu. Jadi jangan menjadi orang yang tergantung kepada mistik, tetapi dekatkanlah diri dengan Allah SWT dan taatlah beragama, katanya.
Berita lain menunjukkan, yang ‘empunya’ GEMPA yaitu BMKG telah membantah akan terjadinya gempa, BMKG: Halo Matahari Tak Berkaitan dengan Gempa & Tsunami
Fenomena alam halo matahari yang muncul di langit di atas Kota Padang pada Kamis (21/10) yang diinformasikan akan terjadi gempa dan tsunami merupakan informasi yang menyesatkan. Kepala BMKG Provinsi Jambi, Remus L Tobing di Jambi, Jumat (22/10), mengatakan  informasi yang menyatakan kemunculan halo matahari menandakan akan adanya gempa tidak saja membuat resah masyarakat Kota Padang, namun juga warga Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. “Informasi itu membuat panik warga Kota Padang dan Kabupaten Kerinci, yang merupakan daerah patahan rawan gempa di Provinsi Jambi,” katanya. Ia menyebutkan, bila terjadi gempa di Kerinci, masyarakat Kota Padang dan Bengkulu pasti akan merasakan, dan sebaliknya, karena tiga daerah tersebut merupakan daerah patahan rawan gempa.
Menyikapi halo matahari itu, Remus L Tobing mengatakan, sama sekali tidak ada kaitannya dengan akan terjadinya gempa, sehingga tidak perlu ditakutkan. Ia menjelaskan, timbulnya pelangi dan halo itu adalah akibat melekul air yang mengembang atau berserakan di udara mengahalangi bias sinar matahari.
Halo matahari yang berada di udara tidak ada kaitan sama sekali dengan pergerakan yang terjadi di perut bumi, seperti gempa, dan sunami. Gempa hanya bisa dideteksi bila sudah terjadi lewat alat, dan tsunami bisa diketahui bila terjadi penyusutan air laut atau keringnya sungai. “Untuk itu masyarakat, terutama yang berda di Kabupaten Kerinci diminta untuk tidak percaya pada informasi tersebut, dan tetap tenang menjalankan aktivitas kesehariannya,” kata Remus l Tobing. (Ant)
Kejadian halo matahari adalah sebuah kejadian lokal yang biasanya ditemui, karena beberapa sebab, pada bulan ini saja, halo matahari juga sering terlihat, diantaranya tahun 2010 ini saja
Bagaimana terjadinya HALO Matahari ?
Sumber: Kompas 3 Maret 2004
Kejadian halo matahari, secara khusus di bulan oktober-2010 ini cukup sering terjadi dikarenakan cuaca dan suhu yang mendukung, , pada musim hujan partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya Matahari. Karena terjadi pada siang hari, saat posisi Matahari sedang tegak lurus terhadap Bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil. Tampakan di mata  yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling Matahari. Fenomena itu sebenarnya sama saja dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore hari setelah hujan. Lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya Matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer. Di sisi lain, pada pagi atau sore hari Matahari pun masih berada pada sudut yang rendah. Pada posisi yang miring ini, kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap. Pada siang hari, saat Matahari pada posisi tegak lurus terhadap Bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. Warnanya terlihat gelap karena pandangan ke arah Matahari juga terhalang debu. Kalau pada pagi hari, saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan
Tidak mengherankan bila fenomena halo ini juga hanya terlihat pada siang hari, sekitar pukul 12.00-1300. Selain itu, sama seperti pelangi, fenomena halo juga hanya bisa disaksikan pada musim hujan. Setelah musim hujan berakhir, tak ada lagi halo maupun pelangi.  Dikarenakan di atmosfer sudah tidak ada lagi uap air. Halo yang terlihat melingkari Matahari tersebut sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya Matahari oleh partikel uap air di atmosfer.
Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?
Pertanyaan tsb sudah dibantah oleh ulama dan badan berwenang yaitu BMKG, lebih jauh lagi hal itu adalah sebuah tanda-tanda kekuasaan Allah swt. Dibalik itu semua, tanda matahari halo adalah sebuah peringatanNya, tidak hanya masalah gempa saja, namun sebuah keniscayaan yang akan terjadi.
Perhatikan bencana besar yang baru saja terjadi yaitu tgl 4-oktober-2010 (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior) maka dengan halo di padang itulah terjadi tgl 21-oktober-2010, tercatat 17 hari dari bencana wasior. Sebuah keniscayaan tentang 17 itu sendiri, dimana 17-oktober-2010 itulah terjadi halo matahari di surabaya, baca Fenomena Halo Muncul di Surabaya)
Surabaya tempat penulis tinggal dan pada saat 17-oktober-2010 itulah penulis membuat sebuah tulisan Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Padang (lihat tgl posting, Oktober 17, 2010) DAN PERHATIKAN ISINYA yang mengenai gempa padang 30-september-2009, berikut cuplikan tulisan itu:

Mengapa Gempa Padang  terjadi tgl  30-9-2009  ? mengapa tidak  tgl lain saja ? 
Sebuah dimensi dari terjadinya tgl terjadinya 30-9-2009 tiada lain 3+0+9+2+0+0+9=21, nilai yang urut dari gempa tasikmalaya yang terjadi tgl 2-9-2009 dengan dimensi 2+9+2+0+0+9=22. Dua bencana besar yang terjadi di bulan 9 tahun 2009 menunjukkan kepada kita semua, mengapa harus terjadi di bulan 9 tahun 2009 ? itulah sebuah kisah bahwa tgl 9-9-1949 adalah hari lahir pemimpin indonesia saat itu, Dia-lah presiden SBY yang lahir 9-9-1949. Dengan dua bencana di bulan 9 tahun 2009, merupakan penegasan atau peringatan bagi kita, lebih khusus pada diri presiden saat itu tentang dua bencana ini: 
  • Gempa TasikMalaya 2-9-2009 berdimensi 2+9+2+0+0+9=22
  • Gempa PAdang 30-9-2009 berdimensi 3+0+9+2+0+0+9=21
Nilai urut itu menunjukkan keteraturan 21,22 , sehingga ketika salah satu tanggal saja tidak tepat, maka urutan itu tidak terjadi. Urutan itu kesemuanya menunjukkan kepada kita akan sebuah pelajaranNya yaitu kaitan dengan semakin dekatnya bencana super dahsyat yang akan terjadi
Dimensi 21:Gempa PAdang 30-9-2009
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling . (surat 21 ayat 1)
Dimensi 22:Gempa Tasikmalaya 2-9-2009
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar . (surat 22 ayat 1)
Perhatikan dengan seksama dan hati-hati tulisan diatas, itulah dimensi gempa padang 30-09-2009 lalu sebagai dimensi 3+0+0+9+2+0+0+9=21. Lihatlah sekali lagi, surat al-quran yang dinukilkan dalam tulisan itu yaitu surat ke 21 atau biasa ditulis sebagai 21:1 yang menuliskan sebuah keniscayaan.
Dengan demikian perjalanan halo matahari di padang sebagai kelanjutan dari halo matahari di surabaya adalah sebuah penegasan dari sesuatu yang besar yang memang telah dinukilkan dalam artikel itu (tertulis di akhir alinea) yaitu “Nilai urut itu menunjukkan keteraturan 21,22 , sehingga ketika salah satu tanggal saja tidak tepat, maka urutan itu tidak terjadi. Urutan itu kesemuanya menunjukkan kepada kita akan sebuah pelajaranNya yaitu kaitan dengan semakin dekatnya bencana super dahsyat yang akan terjadi”
Hal itu pula sebagai kelanjutan dari bencana wasior, Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior yang menuliskan di akhir alinea,
Akhirnya kejadian aneh demi kejadian aneh telah terkirimkan, maka kebinasaan itu benar nyata terjadi, Presiden Sampaikan Ucapan Bela Sungkawa.. Mengapa harus kebinasaan itu di wasior ? mengapa bukan tempat lain ? tiada lain kejadian aneh berupa empat KA yang saling bertabrakan adalah sebuah kejadian aneh yang sempurna untuk ‘memanggil’ menteri perhubungan yang asal papua, lalu mengapa harus terjadi berselang 2 hari setelah tabrakan KA itu terjadi ? baca Banjir Bandang Wasior, Mengapa Tepat 4-oktober-2010 ? yang menunjukkan kebinasaan itu masih liar.
Apakah dengan halo matahari di padang adalah sebuah tanda keniscayaan ? hal ini pernah dituliskan dalam artikel yang terdahulu sebagai Kegelapan Dari Chile Akan Segera Melanda RI yang dituliskan tgl 17-juli-2010, dimana setelah tulisan itu terjadi, maka sebuah penegasan  muncul lewat drama “33 Pekerja Tambang Chile Berhasil Diselamatkan“. Terperangkap dalam tambang mulai 5-agustus-2010 sampai diselamatkan tgl 13-10-2010 (69 hari di dalam tambang)
Begitupula sebuah tulisan ulang yang tertulis tgl 17-oktober-2010 sebagai Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Padang maka di situlah halo matahari muncul di surabaya, kemudian muncul lagi di padang tgl 21-10-2010 sebagai tgl 21 yang berupa sebuah penegasan akan dimensi yang sudah dituliskan sebelumnya.
Akankah semua itu menuju pada sebuah ‘kebinasaan’ ? kita tunggu saja, setelah secara aneh, KA saling bertabrakan, kemudian KA terbakar dan terakhir KA anjlok lagi, KA Harina Anjlok di Jatiluhur bertepatan dengan halo itu terjadi. Apakah ada yang ingat dengan KA yang ‘berlenggak-lenggok aneh’ ? coba lihat KA yang tiga berturutan selalu celaka sebelum gempa yogya, baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Gempa Yogya 27-mei-2006 dimana saat ini masih berlangsung drama Status Merapi Ditingkatkan Jadi Siaga setelah tgl 29-juli-2010, Gunung sinabung yang meletus.
Perhatikan dengan cermat ketika peringatan 1 tahun gempa padang 30-september-2009 lalu, maka sebuah penegasan muncul Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan pasangan dari gempa padang itu, terjadi gempa tasikmalaya 2-9-2009, maka itulah setahun gempa tasikmalaya, di tandai dengan gempa semarang
UNGARAN, KOMPAS.com — Ratusan warga di Kecamatan Bawen, Semarang, Kamis (2/9/2010) sekitar pukul 18.30 berhamburan keluar rumah karena panik akibat guncangan gempa sekitar lima detik.Warga Perumahan Ambarawa Asri Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Dawud Yustono, mengatakan, saat berada di rumah, tiba-tiba getaran besar muncul sekitar lima detik. Barang-barang yang ada di sekitar rumahnya juga bergoyang-goyang.”Begitu terjadi guncangan, kami langsung keluar rumah karena takut kalau rumah kami roboh,” katanya. Hal sama juga dirasakan Widi Astuti (47). Dia juga ikut keluar rumah saat terjadi gempa tersebut karena khawatir gempa susulan.”Malam ini saya akan tidur di lantai saja. Saya masih trauma jika terjadi gempa susulan,” katanya. Warga Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Siti Khitijah (35), mengatakan, dia juga merasakan getaran tersebut.”Ketika saya sedang duduk-duduk, tiba-tiba kursi yang saya duduki goyang-goyang sendiri,” katanya.  Meski sempat panik akibat merasakan getaran gempa, perlahan-lahan kekhawatiran warga pulih.Setelah beberapa waktu, warga yang panik dan berlari keluar rumah kembali masuk rumah dan melakukan aktivitasnya kembali. Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Banjarnegara Ahmad Lani mengatakan, gempa yang dirasakan warga di Kabupaten Semarang merupakan gempa tektonik dengan kekuatan 2,4 SR. Gempa berada di utara Tegal dengan lokasi 6,58 LS-108,97 BT dan kedalaman 10 kilometer.
Kebetulankah semua ini terjadi ? wallahu’alam. Sebuah penegasan demi penegasan akan sebuah keniscayaan yang dapat terjadi.

sumber : http://thephenomena.wordpress.com/2010/10/22/halo-matahari-di-padang-apakah-pertanda-gempa-besar/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar